
MAGELANG – Puluhan peserta Duke of Edinburgh’s International Award (DOEIA) dari Pondok Pesantren Pabelan berhasil menyelesaikan kegiatan Adventure Journey (AJ) yang berlangsung selama empat hari di Jurang Jero Outbound & Camping Ground, Magelang, 12-15 Oktober 2025.
Adventure Journey merupakan salah satu komponen wajib dalam program DOEIA yang mengharuskan peserta melakukan perjalanan petualangan sambil mempelajari keterampilan baru. Dalam kegiatan kali ini, peserta tidak hanya berkemah di alam terbuka, tetapi juga melakukan observasi langsung terhadap aktivitas pertanian dan berkebun yang dilakukan warga setempat.
“AJ kali ini menggabungkan petualangan dengan pembelajaran sosial. Peserta belajar langsung dari masyarakat tentang praktik berkebun yang berkelanjutan,” jelas Koordinator Kegiatan. Kegiatan ini diikuti oleh anggota DOEIA tingkat Bronze dan Silver dari Pondok Pesantren Pabelan. Mereka didampingi oleh para Award Leader DOEIA yang bertugas sebagai supervisor dan fasilitator selama kegiatan berlangsung.
Para peserta terdiri dari santri yang telah menyelesaikan komponen Volunteering, Physical, dan Skills dalam program DOEIA, dan kini mengikuti komponen terakhir yaitu Adventurou Journey untuk melengkapi persyaratan penghargaan mereka.
Kegiatan Adventure Journey dilaksanakan selama empat hari, mulai dari tanggal 12 hingga 15 Oktober 2025. Peserta berangkat pada Sabtu pagi dan kembali pada Selasa sore setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah dirancang.
Lokasi kegiatan dipilih di Jurang Jero Outbound & Camping Ground, sebuah area perkemahan yang dikelilingi oleh lahan pertanian dan perkebunan warga. Lokasi ini dipilih karena menawarkan fasilitas camping yang memadai sekaligus akses langsung ke area pertanian masyarakat untuk kegiatan observasi.

Adventure Journey merupakan komponen penting dalam DOEIA yang bertujuan mengembangkan kemandirian, kerja sama tim, dan keterampilan survival peserta. Dengan menambahkan komponen observasi aktivitas berkebun warga, kegiatan ini juga mengajarkan peserta tentang kehidupan masyarakat, ketahanan pangan, dan pentingnya pertanian berkelanjutan.
“Kami ingin peserta tidak hanya belajar bertahan hidup di alam, tetapi juga memahami bagaimana masyarakat hidup berdampingan dengan alam dan memanfaatkannya secara bijak,” ujar Aufar sebagai salah satu Award Leader.
Selama empat hari, peserta mendirikan tenda, memasak sendiri, dan mengelola kebutuhan mereka secara mandiri. Setiap kelompok diberi tugas untuk mengobservasi berbagai aspek kegiatan pertanian warga, mulai dari jenis tanaman yang dibudidayakan, teknik penanaman, perawatan, hingga sistem irigasi yang digunakan.

Peserta melakukan wawancara dengan petani lokal, mendokumentasikan proses berkebun, dan belajar langsung praktik pertanian organik.
“Saya sangat terkesan dengan kearifan lokal petani di sini. Mereka menggunakan pupuk kompos dan sistem rotasi tanaman yang ramah lingkungan,” ungkap Fitri, salah satu peserta tingkat Silver. Kegiatan ditutup dengan presentasi hasil observasi setiap kelompok dan refleksi bersama tentang pembelajaran yang didapat selama Adventure Journey.
Tentang DOEIA
Duke of Edinburgh’s International Award adalah program pengembangan diri internasional untuk anak muda usia 14-24 tahun yang terdiri dari empat komponen: Volunteering, Physical, Skills, dan Adventurous Journey. Program ini bertujuan mengembangkan karakter, kepercayaan diri, dan keterampilan kepemimpinan generasi muda.
Reporter: Aufar, Ashma, Muthif
