Minggu, 27 September 2026, Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung menggelar acara peringatan 40 tahun berdirinya. Pesantren ini didirikan tepatnya pada 13 September 1986 di desa Sendangagung, Paciran, Lamongan, oleh Drs. K.H. Muhammad Dawam Saleh yang sekaligus menjadi pengasuh Pesantren Al-Ishlah hingga saat ini.

Pondok Pesantren Al-Ishlah menaungi 3 lembaga pendidikan formal, yaitu SMP Muhammadiyah 12 Sendangagung, Madrasah Aliyah Al-Ishlah, dan juga STIQSI (Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an dan Sains Al-Ishlah).

Dalam kesempatan ini, Pimpinan Pondok Pesantren Pabelan, K.H. Ahmad Najib Amin Hamam, beserta beberapa dewan guru dan anggota Badan Wakaf Pondok Pesantren Pabelan turut hadir memenuhi undangan.

Peringatan 4 dasawarsa Pondok Pesantren Al-Ishlah ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh ternama seperti Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Drs. K.H. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta periode 2002-2010 Prof. Dr. M. Amin Abdullah, Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan periode 2016-2020 Dr. Husnan Bey Fananie, dan juga beberapa Guru Besar dari berbagai Universitas serta tokoh-tokoh pemangku kebijakan.

Dalam sambutannya yang hangat dan diselingi gurauan ringan, Mendikdasmen menekankan bahwa lembaga seperti pesantren yang dikelola oleh masyarakat sangatlah susah ditemui di negara-negara lain. Sehingga sudah sepatutnya lembaga semacam ini mendapatkan dukungan dari pemerintah. Beliau juga menekankan pentingnya deep learning dalam proses pembelajaran. Sambutan tersebut dilanjutkan dengan pemberian cenderamata dan penandatanganan Prasasti Peresmian Gedung baru yang dinamai Mabna Al-Amanah oleh Mendikdasmen.

Sedangkan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor memuji perkembangan Pesantren Al-Ishlah dan menekankan bahwa perkembangan tersebut adalah tanda bahwa Pondok ini hidup. Beliau juga menyatakan bahwa model pendidikan pesantren sudah mendahului UNESCO dalam menyelenggarakan pendidikan yang bersifat holistik.

Acara tersebut diakhiri dengan testimoni dari banyak tokoh termasuk Pimpinan Pondok Pesantren Pabelan, K.H. Ahmad Najib Amin Hamam. Beliau menceritakan kedekatan Kiai Dawam dengan Pabelan, yang mana Kiai Dawam sempat mengajar dan mengabdikan diri di Pondok Pesantren Pabelan sembari menempuh pendidikan tinggi di UGM pada tahun 1978-1982 sebelum akhirnya kembali ke kampung halamannya untuk mengembangkan Pesantren sendiri.

Acara tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Pondok Pesantren Pabelan, selain karena kedekatannya dengan Kiai Dawam, acara tersebut juga berhasil membangkitkan optimisme bahwa model pendidikan pesantren memang terbukti baik dan dibutuhkan oleh masyarakat.

Dirgahayu, Al-Ishlah. Semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah perjuangan pesantren di Indonesia. Baik itu Al-Ishlah, Pabelan, Gontor, maupun pesantren-pesantren lainnya yang berjuang mencerdaskan kehidupan bangsa dan mendidik akhlak berlandaskan nilai-nilai Islam.

Peringatan 4 Dasawarsa Pondok Pesantren Al-Islah Lamongan