BRIDA Kalimantan Selatan Kaji Pengembangan Pesantren Modern di Pondok Pesantren Pabelan Mungkid, Magelang.

Tim Kajian Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar temu diskusi dengan pimpinan Pondok Pesantren Pabelan, Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Rabu (19/11/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari Kajian Pengembangan Model Pesantren Modern Berbasis Kearifan Lokal di Kalimantan Selatan yang dibiayai melalui APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025.

Kepala BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan, Thaufik Hidayat, S.Sos., M.Si., yang memimpin delegasi berjumlah sepuluh orang (meskipun tidak seluruhnya dapat hadir), menyampaikan bahwa tujuan utama kunjungan tersebut adalah memperoleh informasi, pengalaman, serta praktik baik (best practice) mengenai pengelolaan dan pengembangan pesantren modern yang telah diterapkan di Pondok Pesantren Pabelan.

“Kami ingin menjadikan pengalaman Pondok Pesantren Pabelan sebagai referensi dalam pengembangan model pesantren modern di Kalimantan Selatan,” ujar Thaufik dalam pertemuan yang berlangsung sejak pukul 13.30 WIB.

Fokus Kajian: Integrasi Kearifan Lokal

Dalam diskusi yang berlangsung hangat, tim BRIDA yang terdiri dari akademisi senior—di antaranya Prof. Muhammad Handry Imansyah, M.A.M., Ph.D. dan Prof. Dr. Suratno, M.Pd.—menggali beragam aspek pengelolaan pesantren modern.

Empat Pilar Kyai Hamam Ja’far

Salah satu anggota tim dari UIN Antasari, Prof. Dr. Sukarni, M.Ag., mengajukan pertanyaan mengenai kurikulum serta upaya menyeimbangkan ilmu agama dengan ilmu umum.

Pihak Pondok Pesantren Pabelan yang diwakili Ustadz Mahfudz memaparkan konsep Kyai Hamam, yang menjadi landasan pengembangan pesantren, melalui empat tujuan besar:

  • Mendirikan pesantren yang memberi manfaat bagi lingkungan.
  • Melibatkan masyarakat lokal secara aktif.
  • Menggali potensi lokal.
  • Mewadahi dan mengembangkan potensi lokal.

Salah satu contoh implementasi nyata konsep tersebut adalah pembentukan PTIP (Pemelihara Tradisi Islam Pabelan) yang berfungsi menyatukan warga dalam aktivitas sosial dan keagamaan.

Sistem Pengasuhan Santri

Tim BRIDA juga menaruh perhatian besar pada sistem pengasuhan santri. Prof. Dr. Suratno, M.Pd. menyampaikan ketertarikannya untuk mempelajari pola pengasuhan secara rinci, mulai dari rutinitas santri ketika bangun tidur hingga menjelang istirahat malam.

Pihak pesantren menjelaskan bahwa saat ini Pondok Pesantren Pabelan memiliki 48 ustadz/ustadzah senior, dengan 21 di antaranya masih aktif mengajar, yang melayani sekitar 300 santri. Pengasuhan dilakukan secara terpadu antara pembinaan spiritual, kedisiplinan, kegiatan harian, dan pembiasaan nilai-nilai akhlak.

Kemandirian Ekonomi dan Kurikulum Terpadu

Selain itu, tim juga meninjau kemandirian ekonomi pesantren, yang dikelola melalui sistem koperasi, kantin.

Salah satu anggota tim BRIDA menegaskan bahwa tujuan studi banding ini adalah mengadopsi dan mengadaptasi model pesantren di Jawa yang mengintegrasikan kurikulum umum, agama, serta penguatan kecakapan rohani dan karakter.

Kolaborasi untuk Kemajuan Pendidikan

Selain para profesor dan akademisi, tim BRIDA juga melibatkan beberapa peneliti dan pejabat fungsional, antara lain:

  • Dr. Muzdalifah, S.E., M.Si.
  • Dr. H. Sukarni, M.Ag.
  • Ryan Jumita Anward, S.E., M.Sc.
  • Herry Azhar Pradana, S.E., M.B.A.
  • Maliani, S.K.M., M.Epid., M.M.
  • Dr. Muhammad Riswan, M.Si.

Keterbukaan pihak Pondok Pesantren Pabelan dalam berbagi wawasan mendapat apresiasi tinggi dari tim BRIDA. Ali Mukhraji, S.Sos., Kepala Bidang Riset BRIDA, menegaskan bahwa hasil kajian ini akan menjadi dasar penting dalam merumuskan model pesantren modern di Kalimantan Selatan yang tetap menjunjung nilai-nilai kearifan lokal.

Kunjungan yang telah dikoordinasikan sejak 1 November 2025 ini berlangsung dalam suasana kekeluargaan, penuh diskusi produktif, dan diharapkan menjadi awal terjalinnya kerja sama berkelanjutan antara BRIDA Kalsel dan Pondok Pesantren Pabelan untuk pengembangan pendidikan pesantren di Indonesia.

Kunjungan BRIDA Kalimantan Selatan di Balai Pendidikan Pondok Pesantren Pabelan