Covid-19, satu kata yang akhir-akhir ini menjadi momok bagi masyarakat Indonesia termasuk di Pesantren Pabelan. Hal tersebut menjadi penghambat proses pembelajaran yang terjadi di masing-masing lembaga pendidikan. Berdasarkan surat edaran Kementrian Agama Kabupaten Magelang, Pondok Pesantren Pabelan membentuk tim khusus antisipasi Fight Covid-19 termasuk didalamnya panitia pengalih Kegiatan Belajar Mengajar. Tim khusus ini berperan penting pada persiapan kebutuhan Isolasi tahap 1 yang berlangsung selama 2 minggu pada tanggal 16-29 Maret 2020. Beberapa persiapan antara lain membeli 20 thermometer, 550 masker kain untuk seluruh santri dan guru, serta membuat hand sanitizer oleh guru Kimia di laboratorium.

Dukungan wali santri juga sangat baik, dengan menggalang dana secara mandiri dan digunakan untuk menutup kebutuhan2 tadi, sekalipun Pesantren menutup akses keluar masuk, termasuk tidak menerima kunjungan wali santri serta guru juga tidak melakukan pembelajaran karena sebagian berasal dari luar Pabelan, semua itu tidak menyurutkan semangat wali santri untuk meringankan beban Pesantren.

Menjadi kesyukuran yang luar biasa karena setiap kelas telah disediakan wastafel untuk cuci tangan. Sehingga pihak pesantren hanya perlu menyediakan hand soap untuk setiap kelas dan setiap kamar. Peran Pengurus OPPP juga tidak kalah penting. mereka merancang berbagai kegiatan diantaranya : cek suhu badan setiap pagi, berjemur, pembelajaran tahfidz, belajar aktif, belajar wajib, tidur siang dan olahraga sore. Cek suhu badan dilakukan oleh Bagian Kesehatan, Tahfidz didampingi oleh setiap guru pamong (Guru pengabdian), belajar aktif didampingi oleh Pengasuhan Santri , dan setiap sore hari mereka olahraga dikoordinasi oleh Bagian olahraga, sedangkan belajar wajib didampingi oleh guru pamong kelas masing-masing. Kegiatan yang tidak kalah pentingnya ada dua hal, yaitu kegiatan penyuluhan dan penyemprotan.

            Penyuluhan tentang pandemi cv-19 disampaikan kepada para santri dan guru diawal masa isolasi bekerjasama dengan pengurus daerah Muhammadiyah Magelang. sedangkan penyemprotan disinfektan dilakukan oleh petugas DAMKAR Kabupaten Magelang beberapa hari kemudian atas perintah langsung dari Bupati Magelang. Harapan yang sangat besar dari setiap kita, agar situasi ini segera kondusif seperti sedia kala sehingga semua kegiatan dapat berjalan dengan normal kembali.

fight cv-19
Fight Cv-19 Pesantren Pabelan